Memilih kursus bisnis online terbaik. Bagaimanapun bisnis kursus, keanggotaan, dan ebook yang menawarkan panduan nyari duit di internet (make money online atau internet marketing) menunjukkan tren menaik. Terdapat ratusan iklan yang menawarkan cara nyari duit di internet dengan iming iming yang aduhai menggiurkan. Di satu sisi, calon pembeli dimanjakan dengan beragam pilihan. Tapi di sisi lain, mereka justru bingung memilih mana yang cocok dan terbaik buat mereka. Blog ini ditulis untuk mengurai lebih jauh apa yang mereka tawarkan. Mudah mudahan dapat dijadikan panduan sebelum memilih kursus bisnis online tertentu.

Peluang Bisnis

Tampilkan postingan dengan label Tip Internet Marketing. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tip Internet Marketing. Tampilkan semua postingan

Lalu, Di Mana Saya Kini? (3)

Ok, pada bagian 3 ini kita sudah bicara agak detail dan teknis. Inilah investasi yang harus anda punyai untuk berdagang batu secara onlen:

1. Punyai komputer. Saya sarankan yang portable. Saya menggunakan tipe netbook merk Acer. Bentuknya kecil dan ringan sehingga mudah dibawa ke mana mana. Kelebihannya anda bisa menggunakan webcam sebagai kamera untuk menembak obyek/ produk. Hasilnya tidak mengecewakan. Lainnya adalah nyaman saat mengetik status. Kalau ngak salah, harganya sekitar tiga jutaan.

Ada cerita lucu mengenai netbook ini. Saya seringkali bertransaksi dengan buyer ketika sedang memimpin rapat (ingat, saya masih karyawan kantoran). Pada saat deal, dan uang sudah ditransfer ke rekening, saya sering menggoda rekan sejawat saya dengan bilang: ni, saya masih tetap memimpin rapat dan disaat yang sama sekaligus dapet duit dari  bisnis onlen, keren kan?

Cuman ngak selamanya anda bisa membawa netbook ke mana mana. Anda perlu sesuatu yang lebih kecil. Saatnya menggunakan smartphone.

2. Ngak bisa ditawar anda harus punya pin BB dan nomor HP yang mudah dihafal. Para buyer ini orang yang ngak sabaran, dan selalu ingin direspon cepat saat menawar. Terlebih saat konfirmasi sudah membayar dengan transfer ke rekening kita. Saya sarankan membeli smartphone yang sekaligus juga berfungsi sebagai kamera handal. Saat ini saya mempergunakan Samsung Galaxy S4 zoom. Bisa diandalkan. Kualitas photonya sempurna. Hanya cukup repot kalau menulis status.

3. Rekening. Rekening bank diperlukan untuk menampung pembayaran para buyer via transfer. Saya merekomendasi Bank Mandiri atau BCA. Kemudian mintalah fasilitas sms banking (pada smatphone) dan internet banking (pada netbook) sebagai sarana untuk mengecek apakah uang para buyer telah masuk ke rekening anda. Soalnya banyak buyer yang klaim sudah bayar, ternyata belum masuk ke rekening anda. Baik karena gagal transfer atau.. menipu anda (sering terjadi).

4. Jasa Pengiriman. Yang paling populer adala JNE, POS Indonesia, dan TIKI. Mana yan paling bagus? sepanjang pengalaman saya, tiga tiganya bagus. Pos bisa diandalkan untuk alamat pelosok, TIKI dan JNE bisa diandalkan untuk kecepatan.

Namun bagi saya, jasa ekspedisi yang bagus adalah yang pada pagi hari kita bisa memasukkan paket tanpa menunggu resi, dan pada sore hari sepulang kerja kita bisa mengambil resi sekaligus membayar ongkos kirimnya. Tanpa harus antri. Karena saya masih karyawan yang terikat jam kerja.

5, Timbangan. Saya menggunakan timbangan digital 5kg, juga timbangan manual 20kg. Tanpa timbangan, kita tidak bisa mengukur secara pasti berat yang akan dikirim sesuai pesanan konsumen. Jadi hukumnya wajib beli.

6. Senter batu. Ini juga barang wajib. Senter dipergunakan untuk mengetahui kualitas batu. Salah satu ciri batu berkualitas adalah tembus saat disenter. Konsumen/buyer sering mensyaratkan gambar batu saat disenter.

7. Pemasok bahan. Ya, anda membutuhkan para pemasok bahan ini. Pastikan yang bisa memasok secara berkesinambungan dan menjaga kualitas. Ada dua cara mendapatkan pasokan bahan ini, dengan membelinya langsung apabila daerah anda bisa menyediakannya. Atau menjadi reseller bagi pedagang lain. Menjadi reseller ini unik. Mereka ngak punya bahan, tapi menjual bahan dengan menjadi perantara.



Lalu, Di Mana Saya Kini? (2)

Tentunya setelah membaca tulisan bagian pertama, anda akan nyeletuk: bagi bagi dong rahasia suksesnya!

Baik, saya bukan orang pelit untuk berbagi. Pertama tama, saya kurang suka dan tidak percaya pameo yang mengatakan: kalau saya bisa, anda pun bisa! Ada ketidakjujuran dalam pameo itu. Ada banyak yang disembunyikan. Itu pula sebabnya saya kurang suka motivator..


Setelah lama merenung, ini yang saya dapat:

1. Latar belakang pendidikan sangat menentukan. Saya kuliah Arsitektur selama enam tahun, jadi intuisi keindahan sudah dicangkokkan cukup dalam otak saya. Orang yang tidak pernah mengenyam pendidikan seni kemungkinan tidak akan cepat mengenali benda yang bernilai.

Saya ada pengalaman untuk itu. Pernah datang ke sebuah pemotongan batu. Setelah belanja batu, saya tertarik dengan bekas potongan potongan batu yang dibuang begitu saja. Saya minta ijin untuk memintanya. Saya menjualnya tidak dengan harga murah kemudian. Di mata orang lain sampah, di mata saya itu produk seni komersial.

2. Photographi. Urat nadi bisnis ini photographi. Sayangnya tidak setiap orang berbakat di bidang ini bukan? Saya kadang menunggu sinar mentari jatuh ke ruang belakang rumah saya hanya untuk mendapat efek photo terbaik untuk produk yang saya jual. O ya, saat itu kamera satu satunya adalah webcam hehe.

3. Facebook. Salah satu keajaiban Facebook adalah anda akan menemukan komunitas tertentu dalam jumlah besar. Secara kebetulan komunitas gemstone lovers (pecinta batu) itu kebanyakan mangkal di Facebook. Taksiran saya jumlahnya ribuan orang. Kalau anda tak senang pesbukan, agak susah jualan batu onlen. Anda mungkin jualan di TokoBagus, Berniaga, atau bikin blog batu no.1 di google. Menurut saya, anda salah jalan. Menenukan komunitas batu Indonesia itu di Facebook. Percaya deh.

Saya tidak memisahkan antara akun pribadi dengan akun jualan. Bagi saya, bersenang senang di Facebook adalah juga sambil jualan. Saya senang menulis essay, puisi, status galau sambil juga sekaligus menawarkan batu di akun yang sama. Seorang buyer dari Aceh malah pernah bilang tertarik dengan akun saya karena puisi yang saya tulis. Dia masih mengingat salah satu bait puisi, sementara saya yang menulisnya sudah lupa. 

Jadi, kalau anda tidak senang pesbukan, lupakan bisnis ini.

4. Moralitas. Saya jarang bertengkar dengan buyer. Bila buyer benar benar tak puas, saya siap mengembalikan uang yang diterima. Atau mengganti barang yang dirasa tidak pas di hati konsumen, atau rusak pada saat pengiriman. Atau barang tak pernah sampai ke alamat yang dituju.

Banyak pertengkaran yang sia sia terjadi di wall Facebook antara seller dengan Buyernya. Ketidak puasan hanya akan meruntuhkan kepercayaan. Biarlah rugi sementara, asal anda tetap eksis selamanya sebagai pedagang terpercaya.

5. Sodakoh. Entahlah, tapi saya menganggap sodakoh adalah premi yang harus dibayarkan kepada malaikat untuk menjamin keberlangsungan bisnis kita. Sampai saat ini saya melakukan ritual sodakoh sebesar 500 ribu perminggu, atau 2 juta perbulan. Saya melakukannya tiap hari Jum'at. Anda boleh setuju atau tidak di bagian ini.

Gini aja bro, sodakoh ini dibagikan oleh istri saya. Dari cerita istri saya, sodakoh mingguan ini sangat dinanti oleh para nenek, janda, santri, dan orang orang yang believe it or not, sudah tak lagi mampu beli beras. Logikanya, para malaikat akan berupaya keras membantu marketing kita agar para dhuafa tersebut tetap mendapat sodakoh dari kita secara rutin. Hm, asyik kan dagang dibantu para malaikat?

Lalu, Di Mana Saya Kini? (1)

Ini tiga tahun setelah saya pertama kali menulis di blog ini tahun 2012. Ya, kini di manakah saya?

Well, long story. Saya telah menemukan apa yang saya mau, yaitu bisnis onlen seperti yang saya mau. Tidak mengikuti jejak Ane Ahira, atau penganjur lain yang mematok ClickBank sebagai ladang nyari duit. Why? Harus saya akuin, skema mereka bagus, terukur, sistematis, dan terbukti menghasilkan. But, it's not my style. Kalau sudah begini, ngak usah debat deh. 

Saya masih karyawan. Belum berpikir keluar karena telah menemukan bisnis onlen yang penghasilannya rata rata dua kali gaji saya perbulannya sebagai karyawan. Menurut saya, tak ada dosanya tetap menjadi karyawan sementara telah mapan dalam bisnis onlen.

Ceritanya begini. Tahun 2012 itu hingga 2013 saya masih mencari cari bisnis onlen apa yang bisa saya geluti, dan yang lebih penting nyaman di hati. O ya, sebagai karyawan saat itu saya mencapai titik nadir ditempatkan di bagian yang tidak saya suka. Ya, begitulah karyawan, kan yang menentukan bos. Namun hikmahnya adalah saya menjadi lebih banyak waktu untuk memikirkan banyak hal diluar urusan kantor.

Nah, hingga suatu waktu dalam perjalanan pulang kantor, saya rehat di sebuah tempat dimana batu batu obsidian (bahan pembuat batu cincin) berserakan begitu saja. Kala itu penghujung 2013, fenomena batu cincin belum booming seperti sekarang (2014-2015an). Hanya sekedar tertarik, saya 'memulung' batu batu itu, dan kepikiran untuk menjualnya secara onlen (hey, itu terjadi begitu saja).

Penjualan batu batu tersebut di TokoBagus (kala itu) lumayan bagus. Sehingga saya mulai rutin datang ke tempat saya mulung, kali ini beli. Malu kan kalau terus mulung. Dan, wow, lagi lagi penjualan tersebut sukses. Rupanya pergaulan dengan tukang batu di dunia maya, membawa saya untuk mulai jualan di media yang lebih menjanjikan: Facebook!

Eh, begini caranya saya jualan: batu batu (kebanyakan obsidian) itu saya cuci, kemudian difoto dan diupload sebagai status di Facebook. Saya masih ingat saat itu, satu satunya kamera yang saya punya hanya kamera webcam! Para pembeli mulai berdatangan. Saya mulai dikenal sebagai penjual batu obsidian. Hingga pernah dalam satu bulan omset meroket hingga 15 juta (itu uang besar kalau mengingat bisnis ini ngak pake modal, dan barang yang dijual pertama adalah hasil mulung).

Lebih dari itu, saya memang suka batu batu. Saya memperlakukan mereka sebagai benda seni yang harus saya rawat. Sehingga ketika fenomena batu cincin mulai menggelora di pertengahan tahun 2014, saya sudah mendapatkan posisi yang bagus sebagai seller bahan batu cincin. Saya mulai memperbesar segmen pasar dengan membuat halaman Land Of Obsidian dan grup Info Harga Obsidian di Facebook. Saat ini, grup Info Harga Obsidian telah mencapai lebih dari 1000 member. Sebuah pasar yang menjanjikan..

Sepanjang 2014 itu merupakan berkah bagi saya dan keluarga. Saya berhasil melunasi utang 3 kartu kredit senilai 10 juta, melunasi utang ke bank sebesar 10juta, membeli kamera ponsel (untuk meningkatkan kinerja pencitraan promosi batu) senilai 4 juta, dan berani mencicil mobil baru..

Kisah sedih? orang biasanya suka bagian sedih kalau mendengar cerita sukses. Ya pernah bersedih waktu harus beli batu berbekal sepeda motor. Kala itu pembelian mencapai 50kg (itu setengah kuintal, man!). Kebayang harus memikul beban seberat itu di jok belakang. Khawatir terguling. dan benar benar motor terguling, untung sudah di depan pintu rumah.

Sodakoh? ya. Sejak pendapatan mengalir rutin, saya rutin bersodakoh setiap hari jum'at mulai dengan nominal 50 ribu perminggu. Saat ini sodakoh saya rutin 500 ribu perminggu, 2 juta perbulan. Besar bukan? Hanya dari bisnis batu.




Bukan Superman


Tanpa bermaksud mencela para motivator, saya perlu mengatakan profesi mereka sungguh manipulatif. Inti Bisnis mereka adalah 'memanipulasi' mentalitas banyak orang (mudah mudahan) menuju mental yang lebih baik. Nasihat nasihat mereka diharapkan mampu mengobarkan semangat dan menggugah inspirasi. Termasuk di dalamnya adalah para motivator bisnis online. Kalau saya bisa, anda pun pasti bisa. Saya bebas secara finansial, dan berada dimana saja seperti yang saya mau. Saya bisa bekerja sambil berlibur. Pasif income, duit mengalir dari clickbank, bahkan ketika kita sedang tidur!

Bohong kah mereka? tentu saja tidak. Kebanyakan dari mereka benar benar telah mendapatkan apa yang mereka 'oarkan' itu. Betul mereka menjadi kaya dari internet. Dan jutaan anak muda terinspirasi oleh tren ini. Namun pertanyaannya adalah: Apakah setiap orang bisa seberuntung mereka?

Jawabannya tidak. Di titik ini saya mengatakan bisnis mereka manipulatif. Realitanya Warren Buffet jago dalam investasi, tapi dia gaptek dalam TI. Bill Gates tak diragukan jago dan rajanya TI, tapi dia belum tentu hebat di Wall Street. Ini memang salah satu misteri besar dalam kehidupan. Tidak ada orang yang jago dalam semua bidang.  Tidak ada Superman. Tiap orang berkewajiban mencari mata angin dimana dia bisa mencari penghidupan. 

Kalau anda merasa gagal di bisnis online, bukan berarti mental anda jelek atau malas. Apalagi kalau dikatakan otak anda kurang. Setiap orang mempunyai lubang penghidupannya sendiri. Yang penting, kita harus tetap mencari.

Kenapa Orang Tidak Mau Membeli dari Website kita?

Suatu masa dalam hidup, saya sempat bertanya tanya. Apakah yang menyebabkan suatu penjualan terjadi. Rupanya banyak para 'pakar' yang tidak begitu memahami pertanyaan saya. Jawaban mereka macam macam : buka lapak, testing, testing, testing, testing (sampai frustrasi), tambahkan PPC, video marketing dsb, dsb. Tapi tetap tidak menjawab pertanyaan awal saya : mengapa tidak ada penjualan.

Pertanyaan ini itu muncul setelah website saya bercokol hampir permanen (juga sampai saat ini) di laman utama google degan kata kunci yang menghasilkan trafik 1000 sebulan. Namun belum juga menghasilkan penjualan. Saya baru menemukan jawaban yang agak kena setelah menemukan artikel berikut :

Menghasilkan traffict yang tinggi di website kita tidak menjamin menghasilkan penjualan yang banyak, begitu juga sebaliknya meskipun pengunjung website kita sedikit namun bisa jadi hampir semua yang berkunjung membeli apa yang Anda tawarkan disana. Oleh karena itu perlu kita analisa kembali mengapa pengunjung datang dan pergi begitu saja diwebsite kita tanpa meninggalkan jejak. 

Banyak alasan orang untuk tidak membeli produk dari website kita, jadi apa yang harus kita pelajari agar hal ini tidak terjadi ”Orang tidak membeli dari website kita, mereka membeli dari orang lain”. Ini merupakan kesalahan umum yang dalam pembuatan halaman penjualan (landing page) sehingga penjualan terjadi di tempat lain. Pembeli akan datang beramai-ramai jika anda membuat website yang sempurna, dan mendatangkan pengunjung secara konsisten, namun sebenarnya bukan disini letak ide yang dimaksud. Memang benar jika Anda membuat sebuah website penjualan yang baik dengan mendatangkan pengunjung yang tinggi dan akan membuat penjualan, namun untuk membuat benar-benar sukses Anda butuh melakukan lebih dari itu. 

Penjualan sebenarnya lebih kepada mengenai menjual anda sendiri ketimbang mengenai penjualan sebuah produk. Saya telah mencoba menerapkan bisnis online selama beberapa tahun terakhir, dan telah benar-benar menyadari mengapa hingga saat ini saya belum bisa benar-benar sukses. Masalahnya adalah ternyata orang-orang yang datang mengunjungi website saya tidak tau apapun tentang saya, sehingga tidak ada apapun yang terjadi. Saya membuat penjualan sangat sedikit. Sehingga jika kita sudah mulai dikenal orang, penghasilan online kita juga ikut tumbuh. 

Ada beberapa hal yang terpikir oleh saya semoga dapat membantu Anda dalam membangun bisnis Onlinenya: 

Berikan Informasi yang dibutuhkan oleh target pengunjung anda. Jadikan Website anda sebagai sumber Inspirasi dan Solusi bagi Pengunjung Tampilkan gambar Anda/logo pada website Anda. Gunakan nama lengkap Anda di situs Web Anda. Ketika melakukan postingan di forum online gunakan nama lengkap anda sebagai nama panggilan, hindari penggunaan nama samaran.

Jaring semua pengunjung anda agar bersedia meninggalkan emailnya sehingga sewaktu-waktu anda bisa menghubunginya kembali, silakan gunakan autoresponder yang murah meriah atau gratisan. Kirim email secara reguler kepada pengunjung anda, berikan juga sedikit informasi tentang diri anda secara umum. Jawab SEMUA email dan komentar dari pengunjung website Anda, bahkan kepada orang yang Anda yakini tidak akan menghasilkan penjualan. Ini memungkinkan mereka tahu bahwa Anda adalah orang benar dan bisa jadi kemudian menghasilkan penjualan dikemudian hari. 

Perlu juga dipertimbangakan untuk membangun tim atau forum untuk situs web Anda dan lebih lanjut lagi mengenai keberadaan dan merek dagang. 

Ini adalah hanya beberapa dari tips yang dapat digunakan untuk memastikan bahwa mereka yang melakukan kunjungan atau bergabung dalam tim Anda akan menemukan banyak hal dan lebih nyaman membeli dari Anda dan semakin terlibat dalam bisnis. Saya yakin masih banyak lagi. Anda dapat memikirkannya lebih luas lagi. Jika Anda belum membangun kepercayaan dengan prospek Anda maka anda kehilangan persentase penjualan. Semenjak saya mengikuti strategi di atas rasio pengunjung meningkat drastis, dan saya yakin jika anda mengikutinya, anda juga bisa lebih dari pada saya. Silakan mencoba dan lihat hasilnya. Saya ingin Anda sukses. :) 

Copyright by www.autada.com Terima kasih sudah menyebarluaskan aritkel ini

Pemanasan

Sebelum anda mengunyah yang lebih berat, ada baiknya anda melakukan beberapa pemanasan. Ini dilakukan agar otot otot anda tidak terkejut dengan kerasnya dunia internet marketing. Salah satu hal baik dari pemanasan ini adalah anda melakukan gerakan mudah yang memungkinkan anda mendapat uang pertama dari internet. Istilahnya adalah 'pecah telor'. Sepanjang pengalaman saya, hal paling mudah untuk berbisnis on line adalah dengan berjualan on line di situs jual beli model tokobagus.com atau berniaga.com. Ini baik dan nyaman bagi anda untuk memulai. Memang bisnis model begini basic banget atau malah dikatakan primitif. Tetapi sebagai pemanasan, boleh anda coba.

Anda bisa mengunjungi http://nyari-duit-di-internet2.blogspot.com/ untuk penjelasan lebih lanjut.

Persiapkan diri anda.

Berlawanan dengan kredo para motivator, saya mengajak anda lebih realistis menyikapi dunia internet marketing. Sebelum anda nyemplung ke dalamnya, ada baiknya anda pertimbangkan hal hal sebagai berikut :

1. Anda tidak akan langsung 'jreng' dapat uang. Minimal anda harus bayar dulu biaya  kursus, ebook, atau keanggotaan yang variatif harganya. Mulai dari Rp. 500.000,- sampai dengan jutaan.
2. Mungkin anda juga harus membeli beberapa 'tool' seperti CBengine, marketsamurai, belum domain dan hosting. Saya perkirakan antara Rp. 2.000.000,- sampai tiga jutaan.
3. Tidak semua kursus menuntut daftar biaya seperti diatas. Namun saya ragukan bila minimal kita tidak beli CBengine, atau domain dan hosting. Jadi tetap ada biaya.

Anda lihat, bisnis mudah itu ternyata tidak benar benar mudah. Lebih baik realistis menghitung dari awal. Ingat, penghasilan besar didapat dari upaya besar pula. Untuk itu saya menyarankan beberapa persiapan :
1. Sebaiknya anda memperlakukan bisnis on line sebagai bisnis sampingan dulu. Buatlah anda dan keluarga anda aman dengan tetap bekerja di dunia nyata, entah anda sebagai pewirausaha atau sebagai karyawan. Jangan langsung hentikan bisnis anda atau langsung berhenti bekerja sebagai karyawan hanya karena mau fokus di dunia internet.
2. Persiapan duit. Saya menghitung minimal 3 juta harus anda punyai untuk tahap awal saja. Mungkin angka 5 jutaan supaya lebih leluasa.
3. Kebanyakan  perlu bulanan bahkan mungkin tahunan sampai anda mendapat dolar pertama. Jadi keep nyantai sajalah. Jangan keburu nafsu, khawatir jadi frustrasi.

Gampangkah nyari duit di internet? 6 sumber penghasilan dari internet

Jawabannya : tergantung. Kalau anda sudah menjadi profesional internet marketer, mungkin jawabannya mudah. Jika anda pemula, saya terpaksa mengatakan tidak mudah. Ini jawaban paling realistis yang bisa saya berikan. Duit tidak datang dalam semalam.

Lebih mendalam, saya mengklasifikasikan tingkat kesulitan nyari duit di internet dalam beberapa tingkatan :

1. Paling sulit, adalah menjadi afiliate. Penyedia afiliasi terbesar dan juga pembayar terbesar adalah clickbank. Amazone juga polpuler. Termasuk didalamnya adalah Adasense, walau caranya agak berbeda. Untuk menembus dan meraup dolar dari sumber ini, dibutuhkan pengetahuan dan tool yang cukup. Kadang kadang seseorang benar benar menjadi profesional marketer setelah dua tahun mencoba. Kesulitan (atau tantangan lain) adalah karena anda mau tidak mau harus bersaing dengan marketer seluruh dunia.

Namun dibalik kesulitan itu, di sinilah duit terbesar tersedia. Dari satu produk clickbank rata rata anda menerima konisi sebesar 75% atau setara 25 dolar atau 250.000 rupiah per penjualan. Bayangkan  bila terjadi 100 penjualan dalam sebulan :  25 juta rupiah!

Dalam perkembangannya beberapa vendor Indonesia mulai meluncurkan program afiliasi. Namun kelemahannya tidak tersedia statistik penjualan dan ketentuan mengenai refund. Orang jadi mikir mikir dulu untuk beli produk.

2. Jual beli website. Anda membangun website atau membeli yang sudah jadi, kemudian menjualnya dengan harga tinggi. Web paling laris tentu saja yang sudah mulai menghasilkan dolar. Butuh keterampilan besar untuk menjadikan web anda nongkrong di laman utama google dan tentu saja dengan pagerank yang meyakinkan.

3. Menjual produk sendiri, dan memasarkannya lewat internet. Tidak sesulit yang pertama dan kedua. Asal barang anda berkualitas dan banyak dicari, kemungkinan suskses di sektor ini cukup besar. Cukup memolesnya dengan website menawan dan tentu saja SEO.

4. Yang lebih gampang lagi adalah membeli produk reseller. Anda bisa dengan mudah mengenalinya dengan kalimat kalimat bombastis : 20jt dalam sebulan, passive income, dulu saya hidup susah, apakah anda ingin rumah, mobil, dan ibadah haji, testimoni dll. dll. Namun hati hati scam. Banyak yang scam. Karena template landing page juga disediakan, anda juga akhirnya 'terpaksa' berbohong untuk menjual landing page anda.

5. Paid to click alias PTC. Tugas anda hanya mengklik iklan iklan yang disediakan penyedia PTC dan dolar mengalir ke rekening anda. Semudah itu? ya, semudah itu. Karena bayarannya juga super kecil. Sekali mengklik paket iklan, anda rata rata hanya dibayar Rp. 1000/ hari. Sebulan cuman Rp. 30.000,- Kalau mau gede ikut 20 situs PTC, lumayan anda dapat 600rb/ bulan. Namun hidup anda tua dari cuman klik doang. Mau?

6. Yang ini benar benar hardolin. Anda cuma bayar 150 dolar, dalam jangka sebulan dapat bunga 60%. Gila. tapi, ya ada. Resiko adalah vendor (bandar) gulung tikar, duit anda melayang. Kemungkinan ini adalah skema ponzi walaupun banyak yang menolak mengakuinya. Pertimbangkan juga bagaimana agama anda menyikapinya.

Ya, itulah kurang lebih beberapa skema nyari duit di internet. Semuanya beresiko. Terserah anda.